Diet Keto: Manfaat, Cara Melakukan dan Risikonya

Diet Keto: Manfaat, Cara Melakukan dan Risikonya

Diet Keto, atau yang dikenal juga dengan diet ketogenic, merupakan salah satu pendekatan nutrisi yang telah menarik perhatian banyak orang di seluruh dunia.

Diet ini mendorong asupan lemak yang tinggi, protein dalam jumlah moderat, dan karbohidrat yang sangat terbatas. Ketika asupan karbohidrat berkurang sehingga tubuh berada dalam kondisi ketosis, lemak menjadi bahan bakar utama yang dibakar oleh tubuh untuk energi.

Namun, seperti halnya dengan semua jenis diet, penting untuk memahami manfaat, cara melakukan, dan risiko yang mungkin terjadi sebelum memutuskan untuk memulainya.

Shopee Terbaru

Manfaat Diet Keto

Manfaat Diet Keto
Foto: Unsplash/David B Townsend

Sebelum populer sebagai pendekatan untuk menurunkan berat badan, diet keto telah lama dikenal sebagai metode untuk mengobati berbagai penyakit. Ini dia sejumlah kelebihan dari diet keto:

1. Pengendalian Gula Darah bagi Penderita Diabetes Tipe 2

Diet keto menjadi salah satu rekomendasi bagi mereka yang menderita diabetes tipe 2. Diet ini menganjurkan konsumsi lemak sehat seperti yang terdapat pada ikan salmon, berbagai jenis kacang, dan alpukat. Dengan membatasi asupan karbohidrat dan meningkatkan asupan lemak sehat, diharapkan tubuh menjadi lebih efisien dalam mengelola energi, sehingga dapat membantu dalam mengurangi gejala diabetes. Bagi penderita diabetes yang menjalani diet ini, penting untuk memonitor kadar gula darah mereka agar tidak terlalu rendah dan memeriksa tingkat keton untuk mencegah ketoasidosis.

2. Menurunkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Diet keto yang menekankan konsumsi lemak sehat dapat membantu dalam menurunkan risiko penyakit jantung. Ini karena kemampuannya dalam mengurangi kadar insulin, yang pada gilirannya dapat menurunkan produksi kolesterol di dalam tubuh.

3. Mengatasi Gejala Epilepsi pada Anak

Ada bukti kuat dari penelitian yang menunjukkan efektivitas diet keto dalam mengurangi keparahan dan frekuensi kejang pada anak-anak dengan epilepsi yang tidak responsif terhadap terapi konvensional. Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti diet keto selama satu tahun, hampir separuh dari anak-anak yang diteliti mengalami pengurangan frekuensi kejang hingga setengahnya.

4. Melindungi Sistem Saraf

Diet keto tidak hanya bermanfaat untuk epilepsi, tetapi juga berpotensi dalam mengatasi berbagai gangguan saraf lainnya, termasuk penyakit Alzheimer dan Parkinson. Keberadaan keton, yang diproduksi selama proses ketosis, dipercaya bisa memecah lemak menjadi energi dan melindungi sel otak.

Baca Juga:  10 Merk Oatmeal untuk Diet yang Bantu Menurunkan Berat Badan

Terlebih lagi, manfaat lain dari diet keto meliputi perbaikan kualitas kulit dengan mengurangi jerawat, memberikan bantuan untuk mereka yang menderita PCOS, dan bahkan berpotensi dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Cara Melakukan Diet Keto

Ingin mencoba diet keto setelah mengetahui berbagai manfaatnya? Pastikan Anda mengikuti langkah-langkah berikut agar prosesnya berjalan dengan baik:

1. Konsultasi dengan Ahli Kesehatan

Sebelum memulai diet apapun, termasuk diet keto, sangat penting untuk memeriksa kondisi kesehatan Anda. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes atau hipertensi, konsultasi dengan dokter adalah langkah wajib.

2. Komitmen dan Kedisiplinan

Cara diet keto adalah konsistensi dalam membatasi asupan karbohidrat. Pastikan Anda komitmen dan disiplin dalam menerapkan pola makan yang direkomendasikan agar proses pembakaran lemak sebagai sumber energi berjalan dengan maksimal.

3. Menghadapi Flu Keto

Saat tubuh beralih dari penggunaan glukosa ke lemak sebagai sumber energi, Anda mungkin akan merasa lemas atau mengalami sakit kepala. Fenomena ini dikenal sebagai flu keto. Meski terasa tidak nyaman, hal ini biasanya bersifat sementara. Minum banyak cairan dapat membantu meringankan gejalanya.

4. Susun Daftar Bahan Makanan

Membuat daftar makanan yang dianjurkan dan yang harus dihindari akan memudahkan Anda saat berbelanja atau memasak. Contohnya:

  • Yang Disarankan:
    • Jenis daging seperti daging sapi, ayam, atau ikan seperti salmon dan tuna.
    • Telur, lebih baik yang kaya omega 3.
    • Produk susu seperti keju, krim, dan mentega.
    • Sayuran rendah karbohidrat seperti bayam, cabai, dan bawang.
    • Kacang dan biji-bijian seperti almond dan chia.
    • Alpukat dan minyak sehat seperti minyak zaitun atau kelapa.
    • Rempah-rempah alami.
  • Yang Harus Dihindari:
    • Makanan berbasis karbohidrat seperti nasi, mie, dan sereal.
    • Beberapa umbi-umbian seperti kentang dan wortel.
    • Makanan manis dan minuman berkalori tinggi.
    • Lemak yang kurang sehat seperti mayonaise berlebihan.
    • Minuman beralkohol.

5. Penuhi Kebutuhan Elektrolit dan Hidrasi

Diet keto mendorong tubuh untuk mengeluarkan cairan dalam jumlah lebih banyak, sehingga penting untuk memastikan Anda terhidrasi dengan baik dan memenuhi kebutuhan elektrolit. Usahakan minum setidaknya 2 liter air setiap hari untuk mendukung keseimbangan tubuh.

Baca Juga:  10 Jus untuk Diet yang Mudah Dibuat, Dijamin Lezat

Risiko Diet Keto

Risiko Diet Keto
Foto: Unsplash/Agto Nugroho

Meskipun diet keto menawarkan berbagai keuntungan, tidak dapat dipungkiri bahwa ada dampak samping yang mungkin muncul. Dalam diet keto, tubuh masuk ke dalam tahap ketosis, di mana tubuh mulai membakar lemak sebagai sumber energi utama karena kekurangan karbohidrat. Selama proses ini, tubuh menghasilkan keton dari pemecahan lemak.

Meskipun ketosis adalah mekanisme adaptif tubuh, terlalu banyak keton dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan zat kimia dalam darah, yang berpotensi menimbulkan dehidrasi, gangguan pada ginjal, serta peningkatan lemak darah.

Kredivo Terbaru

Selain itu, seseorang yang sedang dalam fase adaptasi diet keto mungkin mengalami apa yang dikenal dengan “keto-flu”, yaitu sejumlah gejala yang mungkin muncul di awal diet, antara lain:

  • Sakit kepala.
  • Perasaan mual dan keinginan untuk muntah.
  • Kesulitan saat buang air besar atau konstipasi.
  • Perubahan mood yang tak terduga.
  • Kesulitan tidur atau gangguan tidur.
  • Masalah pencernaan.
  • Kehilangan massa otot.
  • Perasaan kantuk yang lebih sering muncul.
  • Kram otot, terutama pada kaki dan tangan.

Dengan mengetahui potensi dampak samping ini, penting bagi seseorang untuk mempertimbangkan keputusannya dengan cermat dan berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter sebelum memulai diet keto.

Mengadopsi pola makan seperti Diet Keto memerlukan pemahaman mendalam dan komitmen. Manfaat potensial seperti penurunan berat badan dan peningkatan energi mungkin terlihat menggiurkan, namun, ada risiko yang mungkin dihadapi jika diet ini tidak dilakukan dengan benar.

Dengan mempertimbangkan manfaat, cara, dan risikonya, setiap individu dapat membuat keputusan yang tepat bagi kesejahteraan tubuh dan kesehatan mereka sendiri. Sebelum memulai diet apapun, konsultasi dengan ahli gizi atau dokter adalah langkah yang sangat dianjurkan.

Bagikan:

Avatar photo

Annisa

Annisa suka menyelami setiap momen hidupnya, merekam dengan kamera iPhone dan menyimpan di buku catatannya.

Tags

Rekomendasi